Tampilkan postingan dengan label Syiar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiar Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

Sunnah Menempati Rumah Baru





Tanya :


Apa saja sunnah sebelum menempati rumah baru? Apakah membaca Al Baqarah saja? Rumah cukup lama tidak ditempati sebelumnya.

Jawab :
Bismillahirrahmanirrahim,

Di antara sunnah menempati rumah baru,
Pertama: Adalah dengan menyebut nama Allah dan ta’awwudz (meminta perlindungan dari syaitan. Diriwayatkan dari hadits Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


إذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيتَهٌ فَذَكَرَ اللهَ عِندَ دُخُولِهِ وَعِندَ طَعَامِهِ ، قَالَ الشَّيطَانُ : لَا مَبِيتَ لَكُم وَلَا عَشَاءَ ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَم يَذكُرِ اللهَ عِندَ دُخُولِهِ ، قَالَ الشَّيطَانُ : أَدرَكتُمُ المَبِيتَ ، وَإِذَا لَم يَذكُرِ اللهَ عِندَ طَعَامِهِ قَالَ : أَدرَكتُمُ المَبِيتَ وَالعَشَاء

“Apabila seseorang di antara kalian masuk kedalam suatu rumah, lalu dia menyebut nama Allah di saat masuk dan di saat makan, maka syaitan akan berujar: tiada tempat menginap dan tiada makan malam. Dan apabila dia masuk ke dalam rumah tersebut dan tidak menyebut nama Allah, maka syaitan akan mengatakan: Kalian telah mendapatkan tempat menginap. Dan apabila orang tersebut tidak menyebut nama Allah disaat makan, syaitan akan berkata: ‘kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan malam’ “ Diriwayatkan oleh Imam Muslim
Dan diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari,

Kedua: Membaca doa

مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ

“Masya Allah, tiada kekuatan kecuali bagi Allah semata.”
Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam al-Qur`an al-Kariim,


وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَداً

“Dan sekiranya ketika engkau memasuki kebunmu dan engkau mengatakan, ‘Masya Allah tiada kekuatan kecuali bagi Allah semata’, sungguh engkau akan mencapatiku lebih sedikit harta dan keturunan darimu.” (al-Kahfi: 39)

Ketiga: Juga disunnahkan untuk membaca doa

الحَمدُ لِلَّهِ الذِي بِنِعمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah, yang dengan segala nikmat-Nya, setiap amal-amal kebaikan menjadi sempurna.”

أَنَّهُ كَانَ إِذَا رَأَى مَا يَسُرُّهُ قَالَ : الحَمدُ لِلَّهِ الذِي بِنِعمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Bahwa apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sesuatu yang menggembirakan beliau, beliau mengucapkan: Segala puji bagi Allah, yang dengan segala nikmat-Nya, setiap amal-amal kebaikan menjadi sempurna.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al-Hakim dari hadits Aisyah radhiallahu ‘anha dan dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah di dalam ash-Shahihah.

Keempat: Disunnahkan pula, dan berlaku umum termasuk disaat memasuki rumah yang baru untuk. Membaca al-Qur`an di dalam rumah tersebut, terlebih surah al-Baqarah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا تَجعَلُوا بُيُوتَكُم مَقَابِرَ ، إِنَّ الشَّيطَانَ يَنفِرُ مِنَ البَيتِ الذِي تُقرَأُ فِيهِ سُورَةُ البَقَرَةِ

“Janganlah jadikan rumah-rumah kalian layaknya pemakaman, karena sesungguhnya syaitan akan lari menjauh dari rumah yang dibacakan surah al-Baqarah di dalam rumah tersebut.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah.

Kelima: Oleh sebagian ulama, disunnah untuk mengadakan ‘walimah’ sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan berupa kediaman/rumah yang baru.

Allah ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan disaat Rabb kalian menyeru: Sesungguhnya jika kalian bersyukur niscaya akan Saya akan menambah nikmat bagi kalian dan apabila kalian ingkar maka sungguh siksaku amatlah pedih.”
Walimah semacam ini oleh sebagian ulama, dinamakan ‘al-wakiirah. Dengan mengadakan jamuan serta mengundang beberapa orang.

Wallahu A’lam.

(Ustadz Rishky AR)

Jumat, 14 Juni 2013

Pola Perjuangan Dakwah dari Sepakbola


Siapa yang tidak mengenal permainan sepakbola?. Salah satu permainan olahraga yang paling disukai di seluruh dunia. Namun tahukah kawan, kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari permainan tersebut dan dapat kita terapkan dalam perjuangan dakwah kita. Aahh.. ngawur sampeyan mas!, masa berdakwah harus belajar main sepakbola. Dakwah itu tempatnya di majelis ta'lim penuh dengan ilmu, jadi mana mungkin bersumber dari lapangan rumput.
Mari kita renungi berapa banyak ayat Al Quran yang memerintahkan kita untuk senantiasa i'tibar yakni mengambil pelajaran dan hikmah dari segala peristiwa apa yang terjadi di dunia ini.
فَاعْتَبِرُوا يا أُولِي الْأَبْصارِ
"maka ambillah pela­jaran wahai orang-orang yang mempunyai pandangan". (QS. Al Hasyr : 2)
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَى
"Sesungguhnya pada {peristiwa} yang demikian itu ada pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)". (QS. An-Naziat)
Dari kedua ayat di atas maka tidak salah jika kita mengambil contoh-contoh pelajaran dari sumber peristiwa yang terjadi di dunia ini. Lantas pelajaran apa yang dapat kita temukan dalam permainan sepakbola?. Kekompakan tim kah, persatuan umat?. Ya, memang itu beberapa yang dapat kita ambil pelajaran  darinya. Namun kali ini saya tidak membahas tentang persatuan. Saya ingin memaparkan pelajaran yang lain.
Berbicara sepakbola maka tak akan lepas dari berbicara tim. Berbicara tim maka tak akan lepas dari berbicara masalah strategi penempatan posisi pemain, pola penyerangan dan pola pertahanan. Mari kita berbicara masalah strategi penempatan posisi pemain dakwah. Ibarat sebuah tim maka para aktivis dakwah Islam bisa saya gambarkan tidak lepas dari posisi berikut:
1)  Kiper
Kiper ini adalah pertahanan terakhir dan harapan dari sebuah tim. Siapa mereka? Mereka adalah generasi muda Islam, anak-anak dan remaja. Merekalah sasaran utama musuh-musuh Islam. Jika pertahanan mereka rapuh maka hancurlah Islam ini. Oleh karenanya anak-anak dan remaja Islam ini harus diberikan bekal yang cukup, pondasi tauhid yang kokoh, akhlaq yang mulia dan wawasan yang luas.
2) Penjaga Barisan Pertahanan
Penjaga barisan pertahanan ini yang membantu untuk mencegah masuknya arus perlawanan musuh. Siapa mereka? Mereka adalah para Ibu. Merekalah yang bertanggungjawab senantiasa menjaga dan memberikan pendidikan kepada putra-putrinya. Merekalah penjaga benteng pertahanan yang dapat diandalkan. Peran mereka tidak bisa dianggap remeh. Apabila penjaganya lengah maka musuh akan leluasa masuk ke daerah pertahanan. Sebagaimana dalam hadits berikut;
"... Wanita adalah pengembala di dalam rumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas gembalanya". (penggalan dari hadits yang diriwatkan Ahmad, Ibnu Majah, Abu daud, Tirmidzi dari Ibnu Umar Shahibul Jami 4445)
Sayyid Quthb menamai wanita sebagai "Penjaga benteng pertahanan" (Lihat Fi Dziilalil Qur'an : 6 : 3619)
Tidak bisa di bayangkan, bagaimana jika penjaga benteng pertahanan ini rusak, menyeleweng, atau berfikrah buruk yang meruntuhkan.. Apa gerangan yang terjadi dalam rumah tangga Islami?. Tak pelak lagi, akibatnya akan parah, maka dari itu seyogyanya setiap saudari muslimah waspada dan perihatin terhadap program yang dicanangkan musuh-musuh Islam terhadap kaum wanita, khususnya wanita muslimah. Serta menyadari peranan yang harus dimainkan.
3) Playmaker
Mereka adalah para inisiator, para da'i dan aktivis-aktivis dakwah. Mereka memainkan peranannya, mengatur pola perjuangan dakwah Islam dan membantu menjaga daerah pertahanan. Dibutuhkan banyak tenaga yang lincah, gesit dan berwawasan untuk memainkan peranan ini. Mereka harus tahu kapan waktunya maju menyerang dan kapan waktunya harus bertahan.
4) Striker
Mereka adalah para mujahid, para pejuang yang memperjuangkan ditegakkannya syariat Islam. Mereka berada di garda terdepan untuk menghalau, menyerang dan melawan arus liberalisme, kapitalisme maupun isme-isme lain yang tak sejalan dengan perjuangan Islam.
5) Pemain Cadangan
Merekalah yang dicalonkan untuk mengisi ruang kosong apabila ditinggalkan oleh para pemainnya. Merekalah yang sedang belajar menuntut ilmu syar'i. Mereka butuh pembinaan agar siap ketika waktunya mereka harus tampil dalam kancah pertandingan.
6) Manager / Pelatih dan Sponsor
Apa hebatnya sebuah tim tanpa adanya orang yang melatih mereka. Dakwah pun demikian membutuhkan para alim ulama yang menguasai Ilmu-ilmu Allah, mewarisi hikmah para Nabi. Peranan alim ulama ini sangat menentukan keberhasilan sebuah tim dakwah. Apa jadinya jika sebuah tim hebat ditangani oleh manager yang kurang profesional. Sedangkan
Sedangkan sponsor ini diperankan oleh pemerintah/ umara yang memegang kendali atas rakyatnya. Peran ulama dan umara ini sangat penting dan sangat erat kaitannya dengan keberhasilan sebuah tim dakwah. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam : "Ada dua orang yang apabila dua orang ini baik, maka menjadi baiklah umat dan apabila buruk, maka akan menjadi buruklah umat tersebut yakni para ulama dan umara."
Dari keenam posisi tersebut harus saling bekerja sama bahu membahu dalam menegakan agama Islam. Jika semuanya bekerja secara profesional menegakkan syiar-syiar Islam maka Insya Allah Islam ini akan kembali berjaya.
Wallahu A'lam bishowab. Wabilahit Taufiq wal Hidayah.

Kamis, 13 Juni 2013

Khutbah : Jangan Menjadi Orang yang Bangkrut

DOA PEMBUKA KHUTBAH



إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا


وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ


إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا 


زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ 

وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ 


وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله 


عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ 


مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ





















Daripada Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tahukah kamu siapakah orang yang muflis itu?” Sahabat menjawab: “Orang yang muflis di kalangan kami ialah seseorang yang tidak memiliki dirham (wang) dan juga tidak memiliki harta.” Lalu Nabi s.a.w. bersabda:”Sebenarnya orang yang muflis dari kalangan umatku ialah seseorang yang datang pada hari qiamat dengan membawa pahala sembahyang, puasa dan zakat, tetapi (dahulunya sewaktu di dunia) ia pernah mencaci maki si fulan, menuduh si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan pernah memukul si fulan. Maka akan diberikan kepada orang yang teraniaya itu daripada pahala kebaikan orang tadi dan begitu pula seterusnya terhadap orang lain yang pernah teraniaya , ia akan diberikan pula daripada pahala kebaikan orang tadi, sehingga apabila telah habis pahalanya sedangkan bebanan dosa penganiayaannya belum lagi dijelaskan (belum dapat dibayar semua), maka akan diambil daripada kesalahan orang yang teraniaya itu lalu dibebankan kepada orang tersebut, maka selanjutnya orang itu akan dicampakkan ke dalam api neraka (Hadits Riwayat Muslim)

Dari HR Muslim tentang orang yang bangkrut atau muflis tersebut, terdapat beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil bersama.
Pertama, orang muflis atau orang yang bangkrut bukan sekedar orang yang selalu merugi dalam kegiatan usahanya tetapi di hadapan Allah (di kemudian hari) adalah orang yang melakukan berbagai perintah-Nya, seperti shalat, puasa, zakat, dan lain-lain, tetapi sangat buruk perilakunya kepada sesama manusia; pekerjaannya mudah menuduh orang lain, suka memfitnah. Ia pun suka mencerca atau mencaci maki dan menjelek-jelekkan orang lain, memakan harta orang lain/mengambil harta yang bathil.  
Ia bahkan juga mengalirkan darah orang lain tanpa sebab apapun/seperti melukai dan membunuh.  Pahala kebaikan dari orang tersebut (shalat, puasa, zakat, dan lain-lain), akan diberikan kepada orang-orang yang didzaliminya dalam kehidupan di dunia. Sehingga pahala dari orang tersebut menjadi habis, tak bersisa.  Jika pahalanya habis dan masih tdapat dosa kepada sesama manusia (yang tidak sempat dimanfaatkan) maka orang itu akan dilemparkan ke dalam neraka.  Naudzubillah min dzalik. Semoga kita terhindar dari kondisi seperti itu.
Kedua, sebagai orang beriman tugas kita berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya seoptimal mungkin. Orang beriman juga harus memberikan kebaikan kepada sesama, menebarkan sebanyak-banyaknya manfaat. Jangan melakukan perbuatan dzalim pada orang lain, apalagi tidak sempat meminta dan mendapatkan maaf dari yang bersangkutan. Karena itu orang-orang yang beriman harus berusaha menjauhkan sifat-sifat buruk dalam kaitan dengan sesama. Seperti menghina, mencaci maki, memfitnah, dan lain sebagainya.
Perhatikan firman-Nya dalam QS. Al-Hujurat [49]: 10-12.  Betapa pentingnya menjaga hubungan dgn sesama ini, sehingga berbuat baik pada sesama, dianggap sebagai bagian dari iman kepada Allah dan Hari Akhir.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berimana kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari).

DOA PENUTUP KHUTBAH




للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ 

وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ 

مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
 

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ 

مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
 

 رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَْيتَنا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة ، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ
 

 رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
 

َاللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ وَالأَبْصَارِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ.
 

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.



Rabu, 05 Juni 2013

Bukti Adanya TUHAN


Alkisah, Ada seorang pemuda yang lama sekolah diluar negeri,ia telah kembali ketanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (Ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda :: (Dng nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa…???dan apakah bisa
menjawab pertanyaan saya…???
Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda :: (Tetap dng nada sombong)Anda yakin….??? sedang profesor & banyak orang pintar saja gak mampu menjawab pertanyaan saya.
Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya….!!!
Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan…???
1. Kalau memang TUHAN itu ada,tunjukan wujud TUHAN kepada saya ?
2. Apakah yang dinamakan TAKDIR ?
3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat setan,sebab mereka memiliki unsur yang sama..? apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu..?
Tiba-tiba Pemuka Agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.
(sambil menahan sakit) si
Pemuda berkata :::
Pemuda : Kenapa…??? anda marah kepada saya…???
Ustadz :: Saya tidak marah…!!! tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya..!!!
Pemuda :: Saya sungguh2 tidak mengerti..???!!!
Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya..!?
Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit..!
Ustadz :: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada ?!!
Pemuda :: Ya..percaya !!
Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu ??!!
Pemuda :: Saya tidak bisa..!!!
Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama,kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.
Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan di tampar oleh saya..??!!
Pemuda:: Tidak…!!!
Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini..??!!
Pemuda :: Tidak…!!!
Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR !!!
Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda..??!!
Pemuda :: Kulit…!
Ustadz :: Terbuat dari apa pipi anda…??!!
Pemuda :: Kulit…!!!
Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya..??!!
Pemuda :: Sakit…!!!
Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.
Sumber : kisahislami.com

Sabtu, 01 Juni 2013

Rukun & Syarat Nikah Menurut Agama



Entahlah kenapa ingin menulis artikel ini. Tapi harapanku semoga nanti tulisan ini bisa berguna bagiku dan saudara/saudariku sesama muslim yang ingin menikah.

Rukun Nikah
Rukun adalah bagian dari sesuatu, sedang sesuatu itu takkan ada tanpanya.Dengan demikian, rukun perkawinan adalah ijab dan kabul yang muncul dari keduanya berupa ungkapan kata (shighah). Karena dari shighah ini secara langsung akan menyebabkan timbulnya sisa rukun yang lain.
o Ijab: ucapan yang terlebih dahulu terucap dari mulut salah satu kedua belah pihak untuk menunjukkan keinginannya membangun ikatan.
o Qabul: apa yang kemudian terucap dari pihak lain yang menunjukkan kerelaan/ kesepakatan/ setuju atas apa yang tela siwajibkan oleh pihak pertama.
Dalam menikah dalam ajaran agama islam ada aturan yang perlu dipatuhi oleh calon mempelai serta keluarganya agar perkawinan yang dilakukan sah secara agama sehingga mendapat ridho dari Allah SWT. Untuk itu mari kita pahami dengan seksama aturan, rukun, pantangan dan persayaratan dalam suatu perkawinan.

A. Syarat-Syarat Sah Perkawinan/Pernikahan

1. Mempelai Laki-Laki / Pria
- Agama Islam
- Tidak dalam paksaan
- Pria / laki-laki normal
- Tidak punya empat atau lebih istri
- Tidak dalam ibadah ihram haji atau umroh
- Bukan mahram calon istri
- Yakin bahwa calon istri halal untuk dinikahi
- Cakap hukum dan layak berumah tangga
- Tidak ada halangan perkawinan

2. Mempelai Perempuan / Wanita
- Beragama Islam
- Wanita / perempuan normal (bukan bencong/lesbian)
- Bukan mahram calon suami
- Mengizinkan wali untuk menikahkannya
- Tidak dalam masa iddah
- Tidak sedang bersuami
- Belum pernah li’an
- Tidak dalam ibadah ihram haji atau umrah

3. Syarat Wali Mempelai Perempuan
- Pria beragama islam
- Tidak ada halangan atas perwaliannya
- Punya hak atas perwaliannya

4. Syarat Bebas Halangan Perkawinan Bagi Kedua Mempelai
- Tidak ada hubungan darah terdekat (nasab)
- Tidak ada hubungan persusuan (radla’ah)
- Tidak ada hubungan persemendaan (mushaharah)
- Tidak Li’an
- Si pria punya istri kurang dari 4 orang dan dapat izin istrinya
- Tidak dalam ihram haji atau umrah
- Tidak berbeda agama
- Tidak talak ba’in kubra
- Tidak permaduan
- Si wanita tidak dalam masa iddah
- Si wanita tidak punya suami

5. Syarat-Syarat Syah Bagi Saksi Pernikahan/Perkawinan
- Pria / Laki-Laki
- Berjumlah dua orang
- Sudah dewasa / baligh
- Mengerti maksud dari akad nikah
- Hadir langsung pada acara akad nikah

6. Syarat-Syarat/Persyaratan Akad Nikah Yang Syah :
- Ada ijab (penyerahan wali)
- Ada qabul (penerimaan calon suami)
- Ijab memakai kata nikah atau sinonim yang setara.
- Ijab dan kabul jelas, saling berkaitan, satu majelis, tidak dalam ihrom haji/umroh.

B. Rukun-Rukun Pernikahan/Perkawinan Sah
- Ada calon mempelai pengantin pria dan wanita
- Ada wali pengantin perempuan
- Ada dua orang saksi pria dewasa
- Ada ijab (penyerahan wali pengantin wanita) dan ada qabul (penerimaan dari pengantin pria)

C. Pantangan / Larangan-Larangan Dalam Pernikahan/Perkawinan
- Ada hubungan mahram antara calon mempelai pria dan wanita
- Rukun nikah tidak terpenuhi
- Ada yang murtad keluar dari agama islam

D. Menurut Undang-Undang Perkawinan
- Perkawinan/pernikahan didasari persetujuan kedua calon mempelai
- Bagi calon yang berusia di bawah 21 tahun harus punya izin orang tua atau wali yang masih ada hubungan darah dalam garis keturunan lurus atau melalui putusan pengadilan
- Umur atau usia minimal untuk menikah untuk pria/laki-laki berusia 19 tahun dan untuk wanita/perempuan berumur paling tidak 16 tahun.


Baca klik <a href='http://ayonikah.net/rukun-syarat-nikah'>http://ayonikah.net/rukun-syarat-nikah</a>

Jumat, 31 Mei 2013

Masih Pantaskah Kita Mengeluh?


“Huh, lagi-lagi begini. Kapan sih aku hidup bahagia?”
Mungkin tak sedikit dari kita yang suka mengeluhkan cobaan yang datang dari Allah. Tidak mau bersabar dengan bentuk ujian dari Allah bahkan sampai menyalahkan takdir Allah serta tidak mengakui nikmat yang Allah berikan. Orang-orang yang tidak mau mengakui bahwa sebenarnya ia pernah merasakan kebahagiaan namun mengingkarinya seperti kalimat pembuka di atas.
Untuk belajar bagaimana makna kesabaran ada baiknya kita menyimak kisah dari sahabat mulia Ammar bin Yasir radhiyallahuanhuma. Siapa tak mengenal Ammar bin Yasir? Beliau adalah salah satu imam besar dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang termasuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun, yakni orang-orang yang pertama kali masuk islam.
Ayahnya bernama Yasir bin Amir  dan Ibunya bernama Sumayyah binti Kubbath. Ayah dan Ibunya adalah orang pertama dan kedua yang menjemput kesyahidan ketika mempertahankan keimanan mereka karena siksaan kafir Quraisy. Kesabaran dan ketabahan yang luar biasa dari mereka mungkin tidak bisa dibayangkan oleh orang-orang di zaman para sahabat apalagi umat Islam pada zaman sekarang ini.
Semenjak keislamannya diketahui oleh orang-orang kafir Quraisy, keluarga Amar bin Yasir tak luput dari penganiayaan dan penyiksaan. Mereka diseret keluar menuju tanah lapang oleh kaum musyrikin yang dipimpin oleh Abu Jahal di siang hari yang panas dan menyengat. Mereka disiksa dicambuk hingga punggung mereka berdarah-darah. Lebih dari itu mereka disiksa dengan besi panas ditempelkan ke dadanya. Hingga sang ayah, Yasir bin Amir menjemput kesyahidan dalam siksaan tersebut. Sedangkan ibunya Sumayyah binti Kubbath ditusuk  oleh Abu Jahal pada kemaluannya dengan tombak hingga meninggal dunia.
Setelah itu kaum musyrikin tak henti-hentinya menyiksa Ammar dengan menjemurnya, meletakan batu besar panas di atas dadanya hingga penderitaan yang amat sangat dan hilang kesadaran akalnya. Kala itu mereka berkata kepadanya, “Kami akan terus menyiksamu  hingga engkau mencaci Muhammad atau mengatakan sesuatu yang baik terhadap Lata dan Uzza”. Maka, dia pun dengan terpaksa menyetujui hal tersebut. Setelah kejadian itu, dia mendatangi Rasulullah SAW sambil menangis dan meminta maaf atas hal tersebut kepada beliau. Ketika itu turunlah ayat;
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapatkan kemurkaan dari Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir pada hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)..” (QS. An-Nahl : 106)
Diriwayatkan dari Utsman, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Bersabarlah seperti kesabaran keluarga Yasir, karena yang dijanjikan kepada kalian adalah surga.”
Apakah kita pantas mengeluh kepada Allah atas musibah yang menimpa kita, yang jauh lebih ringan dibandingkan penderitaan dan siksaan yang pernah dialami oleh keluarga Ammar bin Yasir? Bahkan sebagian dari saudara kita yang  mengaku kaum muslimin justru ketika mengalami kesusahan mereka mendatangi dukun-dukun, meminta jimat-jimat yang sama sekali tidak akan mendatangkan manfaat bagi mereka.
Ketika kita menerima sebuah ujian dan cobaan hidup hendaklah kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan senantiasa bersabar menjalaninya. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan ujian dan cobaan yg melebihi kekuatan hambaNya.
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyiroh ayat 6-7)
Apabila kita sedang dilanda kesulitan dan kegelisahan maka kita dianjurkan memperbanyak doa seperti yang diajarkan oleh Rosulullah SAW berdasarkan hadits berikut
Rasulullah SAW memperbanyak do’a: “Ya Alloh, aku berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalas-an, dari sifat pengecut dan bakhil serta dari tidak mampu membayar hutang dan dari penguasaan orang lain.” (HR. Al-Bukhari).


Referensi:
Al Quranul karim
Kisah Perjalanan Hidup Rosul yang agung Muhammad SAW, dari kelahiran hingga detik-detik terakhir  karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri
http://cara-global.blogspot.com/2011/02/ammar-bin-yasir.html
http://cahayamuslimah.com/blog/doa-untuk-kegelisahan-dan-dililit-hutang

Rabu, 22 Mei 2013

Catatan Kecil : Kebaikan itu Relatif Kebenaranlah yang Hakiki

Sebuah Catatan Kecil : Kebaikan itu Relatif Kebenaranlah yang Hakiki

by Alier Bintang Kecil (Notes) on Wednesday, May 22, 2013 at 10:23pm


Kebaikan itu relatif sedangkan kebenaran itu hakiki. Jika kau merasa sesuatu baik untukmu belum tentu itu juga baik untuk orang lain. Maka adalah hal yg keliru jika kita memaksakan apa yg menurut kita baik agar dilakukan pula oleh orang lain.

Namun adalah hal yang salah jika orang mengatakan kebenaran itu relatif. Sebab Yang Maha Benar telah menunjukan bahwa yg benar adalah benar dan yg batil adalah batil kepada para RosulNya untuk diserukan kepada umat manusia.

Seandainya kebenaran itu relatif menurut pandangan masing-masing orang maka seorang pencuri akan mengatakan bahwa mencuri itu tindakan yg benar. Seorang pelacur akan berkata melacur itu juga benar, seorang pemabuk juga berkata mabuk-mabukan itu benar. Karena tidak adanya standar tentang apa itu kebenaran.

Karena antara yang BENAR dengan yg SALAH itu SANGAT JELAS PERBEDAANNYA. Secara fitrah menusia dapat membedakan antara salah dan benar. Meskipun orang jahat sekalipun pasti bisa mengakuinya kecuali orang-orang yg telah ditutup hatinya oleh Allah SWT.
Sementara BAIK dan BURUK kadang kita TIDAK DAPAT MENGUKURNYA. Sebagai contoh kita tahu susu itu sangat baik untuk nutrisi tubuh, namun akan berbeda jika kita tanyakan kepada orang yg alergi susu. Dan berbagai contoh apa yg menurut kita baik belum tentu baik untuk orang lain.

KESIMPULAN:
- Hindarilah men-judge / menghakimi seseorang itu baik atau buruk, namun kita tunjukan kepadanya mana yg benar dan mana yg salah.

- Seorang guru yg bijaksana tidak akan mencap muridnya sbg murid yg buruk akan tetapi ia akan mengarahkan padanya mana jalan yg benar.

Wallahu A'lam

Minggu, 19 Mei 2013

Hingga Malaikat Penjaga Arsy Pun Lupa Bacaan Tasbih dan Tahmidnya


Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kakbah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.
Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,” jawab orang itu.
“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badui itu.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW.
Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badui itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, lalu berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Allah, jika Allah akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”
Orang Arab badui berkata lagi, “Jika Allah akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”
Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”
Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.

[sumber: http://kisahislami.com]

Saudaraku betapapun kita menganggap kecil suatu amalan apabila amalan tersebut dilakukan dengan sebaik-baik iman dan setulus hati serta penuh keikhlasan mengharap keridhoan Allah semata. Maka niscaya Allah akan mengganjarnya dengan pahala yang sangat besar untuknya.

Rabu, 24 April 2013

Apakah Sholat Kita Diterima? Ini jawabannya

RASULULLAH shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Islam dibangun di atas lima hal; bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat‘." (HR Bukhari dan Muslim).


Sahabat, kalau kita cermati hadits di atas maka jelaslah shalat adalah salah satu tiang agama yang sangat penting dan wajib kita jaga. Namun apakah kita sudah yakin shalat kita adalah shalat yang diterima oleh Allah SWT?


Jawabannya : Insya Allah diterima jika kita melakukannya dengan khusyu dan juga shalat kita tidak termasuk shalat kesepuluh golongan orang yang tidak diterima shalatnya. Siapa saja mereka?

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa:"10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah swt, di antaranya:

  1. Orang lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.
    Maksudnya tidak sah shalat seseorang tanpa membaca takbiratul ihram, surat Al Fatihah, bacaan rukuk, bacaan i'tidal, bacaan sujud, duduk diantara dua sujud, bacaan tasyahud, shalawat, dan salam karena semuanya itu adalah rukun yang harus dipenuhi. Jadi tidaklah shalat akan diterima jika tidak membaca sesuatu.
  2. Orang lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
  3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
  4. Orang lelaki yang melarikan diri.
  5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (taubat).
  6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
  7. Orang perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung.
  8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
  9. Orang-orang yang suka makan riba'.
  10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.

Sabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang bermaksud: "Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah swt dan jauh dari Allah." Hassan r.a berkata : "Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."



***O***


Mudah-mudahan kita semua tidak termasuk dalam 10 golongan orang-orang tersebut,,, Dan mudah-mudahan Allah su hanahu wa ta'ala menerima shalat kita semua,,,, aamiin,,,

Senin, 22 April 2013

Inikah Cinta yang Membawa ke Jalan Menuju Surga

 
Artikel ini saya ambil dari Eramuslim. Isinya sangat menarik dan Insya Allah sangat bermanfaat bagi kita semua. Tidak bisa dipungkiri setiap manusia khususnya umat Islam sangat merindukan harumnya bau surga. Namun bagaimanakah caranya dan dimanakah jalan menuju surga. Insya Allah akan kita kaji bersama. Selamat membaca :)
 
Setiap individu pasti akan merasai cinta dan mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan halus yang dimiliki hati setiap manusia, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Islam, cinta merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. Sabda Rasullulah SAW.: "Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan mendapat manisnya iman, yakni: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka" (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itulah Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21).

Jelaslah bahwa cinta adalah tanda kehidupan ruhani dalam aqidah orang mukmin, seperti halnya cinta juga menjadi dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang, sebagaimana terlukis indah dalam sabda Rasulullah SAW : "Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim)

Dalam hadist diatas, Rasullulah SAW menegaskan bahwa jalan menuju ke syurga bergantung kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam aqidah, dan asas dalam agama.

Cinta dalam Islam adalah kaidah dan sistem yang mempunyai batas. Ia adalah penunjuk ke arah mendidik jiwa, membersihkan akhlaq serta mencegah atau melindungi diri daripada dosa-dosa. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai.

Sayangnya dalam kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh hawa nafsu dan menyimpang daripada tujuan murni yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita dibuai dengan lagu cinta, dibuat terlena dengan tontonan kisah cinta yang menghanyutkan kita ke dunia khayal yang merugikan. Kini bahkan banyak yang menyalahartikan makna cinta sebenarnya, sehingga terdorong melewati batas pergaulan dan tatasusila seorang mukmin.

Untuk itu, renungkanlah sejenak hakikat kehidupan kita di dunia. Rasullulah SAW bersabda: "Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri." Juga sabda Rasulullah, "Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah." (HR Hakim dari Abu Hurairah).

Rabu, 13 Februari 2013

Nasihat Seorang Ibu Untuk Anak Gadisnya yang Akan Menikah


           Suatu saat, Amru bin Hujr seorang raja dari Kandah melamar Ummu Ayyas binti Auf. Saat tiba malam pertama ibunda Ummu Ayyas, Ummamah binti Al Harits memanggil putrinya untuk berbicara empat mata. Saat itulah ia memberikan pesan-pesan kepada putrinya tentang pilar-pilar kehidupan rumah tangga yang bahagia. Pesan itu berkaitan dengan kewajiban seorang perempuan terhadap suaminya. Sang ibu bertutur, "Ananda, kalau pesan ini bisa dicampakkan begitu saja karena sudah ada keutamaan budi pekerti dan kemuliaan keturunan tentu sudah aku campakkan dan sudah kubuang jauh-jauh dari hadapanmu. Akan tetapi pesan ini tetap berguna untuk mengingatkan orang yang lalai sebagai pelajaran bagi orang berakal".

        Ananda! Sesunggguhnya engkau akan meningggalkan lingkungan dimana engkau telah dibesarkan oleh kedua orang tuamu. Engkau akan bertemu pendamping yang belum tentu engkau akan merasa nyaman dengannya. Cobalah selalu memperhatikan dan memantau apa saja yang menjadi milik suamimu. Jadilah layaknya hamba perempuan di sisinya. Cermati sepuluh sikap yang akan menjadi harta karun berharga bagimu kelak.

Pertama, tunduklah kepadanya dengan segala kepuasan

Kedua, selalu mendengar dan menaati ucapannya.

Ketiga, selalu menyelidiki kemana matanya memandang, jangan sampai ia memandang yang jelek.

Keempat, selalu menyelidiki kemana hidungnya mencium aroma, jangan sampai ia mencium bau yang tidak sedap.

Kelima, memperhatikan waktu tidurnya, karena kurang tidur bisa membangkitkan amarah.

Keenam, memperhatikan waktu makannya, karena perut yang lapar bisa mengobarkan kemurkaan.

Ketujuh, mengatur keuangan suami.

Kedelapan, memelihara anak-anaknya odan budak belian yang menjadi milik pribadinya. Kunci mengatur keuangan adalah manajemen yang baik. Kunci memelihara anak adalah pendidikan yang bagus.

Kesembilan, jangan melanggar perintahnya.

Kesepuluh, jangan sebarkan rahasianya. 

        Kalau kita melanggar perintahnya pasti akan menyakiti jiwanya, Kalau engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak akan selamat dari kejahatannya. Janganlah sekali-kali bergembira di hadapannya di saat ia sedang bermuram durja. Jangan pula kelihatan bersedih di hadapannya saat ia bersuka ria.

      Sungguh sebuah pesann yang mengagumkan dari seorang ibu yang memiliki segudang pengalaman. Seorang ibu yang penuh pengertian yang menyadari betapa besar kedudukan suami di hadapan istrinya dan betapa hebat kedudukan istri yang taat kepada suaminya. Semoga menjadi bahan renungan untuk saudari-saudari kita yang hendak menuju ke mahligai rumah tangga agar tercipta kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.


Sumber rujukan: 
-  Abu Umar Basyir. 2005. Gelas-Gelas Kaca : Panduan Praktis Agar Rumah Tangga     
   Tetap Harmonis

Sabtu, 09 Februari 2013

Perumpamaan Mangkuk Yang Cantiik, Madu Yang Manis dan Sehelai Rambut


Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan ‘Ali bin Abi Thalib r.a. bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Fathimah Az Zahra r.ha. putri kesayangan Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu yang manis, dan sehelai rambut).
Abu Bakar Ash Shiddiq r.a berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Umar bin Khattab r.a berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Utsman bin Affan r.a. berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber’amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Ali bin Abi Thalib r.a berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Fathimah Az Zahra r.ha. berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Rasulullah SAW berkata, “seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Malaikat Jibril AS berkata, “menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Allah SWT berfirman, ” Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Jumat, 11 Januari 2013

Stop Berkeluh Kesah


Stop Berkeluh Kesah



by Alier Bintang Kecil on Saturday, January 12, 2013 at 12:51am ·





Ternyata hari2 berjalan sangat cepat sampai saya tak menyadari sudah hampir 2 pekan bulan januari. Semuanya terlupakan di kepala ini yang terpikirkan cuma UAS, Skripsi, Project Kantor, LPJ Mubes, Silabus TPA dan tidak sempat utk memberikan porsi perhatian utk sekeliling. Beberapa teman mungkin kecewa dengan perubahan sikap saya. Tapi , Alhamdulullah tidak sampai lupa sholat. Bisa bahaya kalo Allah pun ikut kecewa bisa diadzab nanti.Saya pikir saya harus minta maaf kepada beberapa teman yg kemarin2 saya hindari ketika meminta bantuan. Beberapa undangan rapat pun terpaksa tak bisa dihadiri. Beban pikiran yg masih penuh ini tak cukup utk menerima keluh kesah mereka. Sedang saya sendiri pun berkeluh kesah kepadaNya agar diberi kesabaran dan kemudahan.

Rekaman ceramah salah seorang ustadz yang saya dengar tadi pagi begitu berkesan. Segera membuka mata hati ini, bahwa saya bukanlah orang yang pantas untuk berkeluh kesah. Saya masih diberikan begitu banyak kenikmatan yang harus disyukuri. Astaghfirullah,Laa illaha illa Anta inni kuntum minadzolimin. Sesungguhnya saya orang2 yg mendzolimi diri sendiri. Begitulah doa taubat Nabi Yunus a.s ketika berputus asa dari kaumnya.

Saya ingin bercerita sebuah kisah yang membuat saya benar2 menangis. Ya, saya akui saya menangis sewaktu mendengar kisah ini. Saya bukan menangisi kesedihan dari cerita ini, saya menangisi betapa selama ini saya kurang dapat bersyukur atas nikmat yang begitu besar dari Allah Azza Wajala.

Baiklah mungkin teman penasaran seperti apakah kisah yang membuat saya benar2 menangis. Simaklah baik2.

Ada seorang prajurit kerajaan pada zaman kekhalifahan bani umayah ditugaskan utk menjaga daerah perbatasan yg isinya cuma gurun kering kerontang.
Sehari dua hari ia berkeluh kesah dengan pekerjaannya tsb. Suatu ketika ia bosan terus menerus harus berjaga di pos penjagaan, maka berkelilinglah ia di sekitar pos penjagaan dan hanya didapatinya padang pasir luas kering di sekeliling pemandangannya. Namun, tiba2 matanya melihat ada bangunan seperti gubuk tua nan reyot diantara gurun kering tsb. Maka didekatilah gubuk tua itu dan dilihatnya pula didalamnya seorang kakek tua sedang bermunajat kepada Rabbnya. Didengarlah oleh si prajurit tsb apa yg sedang diminta oleh kakek tua itu dalam doanya.
Kakek tsb berdoa "Ya Allah, sungguh tiada satupun nikmat yang Engkau berikan dapat aku dustakan. Betapa banyak nikmat yg Engkau berikan kepada hamba. Sungguh Engkau telah memberikan karunia yg besar kepada hamba yg tidak Engkau berikan kepada hambaMu yg lain. Maka ajarkanlah hamba menjadi orang yg pandai bersyukur lagi bersabar."
Si prajurit ini penasaran dengan apa yg diucapkan si kakek dalam doanya. Maka kemudian ia mendekati si kakek utk menanyakan karunia apa yg Allah berikan kepadanya yg tidak Allah berikan kepada hambaNya yg lain. Lalu ia mengucapkan salam, tetapi si kakek tidak menjawab. Ia dekati lagi si kakek dan berucap salam, tapi masih tidak ada jawaban. Prajurit ini pun kesal dan ketika dalam jarak 1 meter ia berteriak keras dan bertanya kenapa salamnya tidak dijawab.
Dan kakek tsb meminta maaf tidak menjawab salamnya karena rupanya si kakek agak tuli pendengarannya. Lebih dari itu si kakek ini juga buta dan kakinya pun buntung. Melihat kondisi tsb si prajuritpun iba dan minta maaf atas ketidaktahuannya terhadap kondisi si kakek. Lantas ia menanyakan tentang rasa penasarannya kepada si kakek.
"Kakek, tadi saya mendengar sewaktu kakek berdoa. Saya heran mengapa kakek berdoa seperti itu. Nikmat apa yg Allah berikan kepada kakek sedangkan kondisi kakek ini sangat memprihatinkan. Karunia apa yg kakek maksud yg tidak diberikan Allah kepada orang lain, sementara kakek sendiri seorang yg miskin, buta, tuli dan cacat?"
"Wahai anak muda, memang aku ini miskin, buta, tuli dan kakikupun tiada. Tapi apa kau tidak menyadari Allah masih memberiku lisan sehingga aku masih bisa berdzikir, sehingga aku masih bisa bersyukur dan aku masih bisa membaca Al Quran dari hafalanku sebelum aku buta. Tidakkah engkau berpikir bahwa ini adalah suatu karunia Allah yg besar untukku yg tua renta ini?"
si prajurit hanya bisa terdiam sambil matanya berkaca-kaca lantas si kakek melanjutkan perkataannya.
"Lebih dari itu Wahai anak muda,sesungguhnya aku masih punya seorang anak yg sangat berbakti kepadaku. Ia selalu menemaniku, mencarikan makan untukku, memberikan air wudhu kepadaku. Namun anak muda, sudah 3 hari ini anakku belum pulang, sungguh aku sangat khawatir terhadapnya. Bisakah engkau membantu untuk mencari keberadaannya?"
Maka terbayanglah oleh si prajurit tsb bahwa kakek ini sesungguhnya sedang kelaparan, sudah 3 hari perutnya tak tersentuh makanan sedikitpun. Maka ia memutuskan utk memberinya sedikit bekal yg ia bawa dan kemudian mencari kemana si anak kakek tua itu pergi.

Kesana kemari si prajurit itu mencari tetapi tidak ada seorangpun yg ia temui di padang tandus tsb. Lalu ia pergi ke atas bukit dengan harapan siapa tahu ia bisa menemukannya. Dipandangilah sekeliling bukit tsb, lantas ia melihat seperti ada sosok manusia di sebuah lembah dan ia bergegas turun ke lembah tsb. Singkat cerita sosok manusia yg terbaring di atas tanah itu memiliki ciri2 yg sama spt anak yg diceritakan oleh si kakek. Rupanya anak si kakek tersebut sudah meninggal dunia dan mayatnya tercabik2 oleh binatang buas. Setelah menguburkan mayat tsb maka kembalilah ia ke gubuk si kakek tua tsb. Tapi ia bingung apa yg harus ia katakan kepada si kakek tatkala kakek itu menanyakan kondisi anaknya.
Lalu berkatalah si prajurit itu kepada si kakek
"Kek, lebih mulia mana Nabi Ayyub a.s dengan kakek?"
"Jelas Nabi Ayyub lebih mulia beliau seorang Nabi dan Rosul, sedang saya hanya manusia biasa""Allah memberikan cobaan yg begitu berat kepada Nabi Ayyub a.s lantas apa yg beliau lakukan tatkala menderita penyakit yg luar biasa sakitnya dan dikucilkan dari kaumnya?"
"Beliau selalu bersabar dan bersyukur atas nikmat Allah",jawab si kakek
"Lebih dari itu istrinya pun akhirnya meninggalkannya tetapi beliau tetap sabar dan tabah", tambah si prajurit
Si kakekpun agak curiga dengan apa yg disampaikan prajurit itu lalu ia bertanya
"Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku, dimana putraku berada? Mengapa kau justru mengalihkan pembicaraan?"
Si prajurit tak dapat menahan tangisnya seraya menjawab "Sesungguhnya putramu telah meninggal dimakan binatang buas dan saya telah menguburkannya"
Si kakek pun berkata "Innalillahi Wainna ilaihi rojiun, Sesungguhnya semua ini hanya milikMu ya Allah dan hanya kepaMu lah semuanya akan dikembalikan. Maka terimalah semua rasa syukurku atas semua nikmat yg Engkau berikan kepadaku"Selang beberapa saat kemudian si kakek pun mengucapkan syahadat dan akhirnya ia pun menyusul kepergian anaknya. Maka dikuburkanlah mayat si kakek itu oleh prajurit tsb dan kemudian ia kembali ke pos penjagaannya.

Malam harinya ia bermimpi bertemu dengan kakek tua itu sedang berlari2an di dalam taman surga. Maka ia bertanya kepada kakek itu "Bukankah engkau kakek tua yang baru tadi siang saya kuburkan? Kenapa kau berlarian di taman surga ini bukankah engkau cacat?""Ya, engkau benar wahai anak muda. Rasa syukur atas nikmat Allah-lah yg telah memasukanku ke dalam surgaNya" 

Dan si prajurit tsb akhirnya sadar bahwa bagaimanapun kondisi di dunia ini maka sepantasnya manusia bersyukur atas nikmat yg diberikan Tuhannya kepadanya. Tidak sepantasnya kita berkeluh kesah dengan semua kenikmatan yg telah Allah berikan. Bukankah Allah telah berjanji dalam firmanNya QS. Ibrahim ayat 7 bahwa barangsiapa yg mensyukuri nikmatKu maka akan Ku tambahkan nikmatKu kepadanya, dan barang siapa mengkufuri nikmatKu sungguh adzabKu sangatlah pedih.
Dan bukankah Allah telah berfirman dalam QS. Al Insyiroh ayat 5 dan 6 "Maka Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan"Dan Allah juga berfirman : "Tidak ada satupun hewan melata yg berjalan di muka bumi ini melainkan Allah telah memberikan bagian rizki untuknya" 

Tulisan ini untuk mengingatkanku dan mengingatkanmu untuk menjadi orang yg pandai bersyukur. Dan juga sebagai permohonan maaf untuk beberapa teman yg mungkin telah saya kecewakan akhir2 ini.

Kamis, 03 Januari 2013

Kita Sutradaranya, Allah Produser Sinema Kehidupan Ini

 Kata orang, kita hidup di dunia sbg aktor dan Allah-lah yg mjdi sutradaranya.
But, I've another opinion.
Allah bukanlah sutradara kehidupan ini, tapi kitalah aktor sekaligus sutradaranya.
Allah adalah produser dari sinema kehidupan makhluk2nya.
Allah memberikan kebebasan utk kita memilih kehidupan mana yg hendak kita tuju.
Jika kita memilih kebaikan maka kebaikan pulalah yg akan kita dapat,
jika kita memilih keburukan maka keburukanlah yg akan kita dapat pula.


ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻐﻴﺮ ﻣﺎ ﺑﻘﻮﻡ ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮﻭﺍ ﻣﺎﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS. Ar Ra’du:11)

Sebagaimana produser, jika sinemanya bagus pasti banyak uang yg akan mengalir utk membiayai sinema itu.
Begitupula Allah akan menambahkan nikmat-Nya utk kita manakala kita bersyukur atas nikmat-Nya.
Bisa jadi pula Allah mengurangi nikmat-Nya utk kita manakala kita tak pandai bersyukur kepada-Nya.


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim :7)
 Waallahu a'lam bishowab

Minggu, 25 November 2012

Syirkul Mahabbah


Syirkul Mahabbah = Kesyirikan dalam Mencintai

Hemm judulnya agak gmn gtu. Bagi yg sedang dimabuk asmara berhati-hatilah dalam mencintai seseorang pujaan hatimu. Bisa jadi kamu jadi salah satu pasien korban 'Syirkul Mahabbah'. Apalagi sampai galau berlebihan, hati yang masygul karena memikirkan si 'doi'. Terlalu mencintai seseorang hingga melupakan cintanya kepada Allah dan Rosul-Nya.

Renungkanl

ah wahai orang-orang yang beriman.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” QS. Al-Baqarah: 165

Hendaknya dalam mencintai ataupun membenci sesuatu itu karena dilandasi kecintaan kepada Allah sebagaiman sabda Nabi SAW
“ Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan takut kerana Allah sesungguhnya telah sempurna imannya.”
HR Tirmizi (2521)

Udah jelas kan?

So, be carefull with a blind love coz it can kill you.
But we love something because of Allah, then Allah will love you.

I Love Allah
I Love Rosulullah because of Allah
I Love My Parents because of Allah
I Love 'Her' because of Allah
I Love evey moslem in the world because of Allah