Tampilkan postingan dengan label Ungkapan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ungkapan Hati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

Bersabarlah Wahai Calon Istriku



بسم الله الرحمن الرحيم


Entah mengapa aku ingin menuliskan ini. Dua hari ini demam tinggi, agak pilek dan batuk-batuk. Malas rasanya pergi ke kantor mengerjakan tugas yang akhirnya kukerjakan dikost sendirian (hanya bertemankan dengan sekotak tissu). Revisi naskah skripsipun tak kunjung selesai walau sebenarnya kurang sedikit lagi. Pikiranku terbang teralihkan ke agenda lusa yang membuatku tidak tenang.

Baiklah sedikit bercerita lusa rencananya berkunjung ke rumah calon mertua. Entah semua perasaan bercampur aduk menjadi satu. Dulu pun pernah demikian ketika berkunjung ke rumah salah satu gadis yang kukira akan menjadi istriku tapi ternyata bukan menjadi jodohku. Dia akan dinikahkan dengan seorang yang lebih terpandang dibandingkan aku yang ah.. penghasilanpun tak seberapa. 

Let's move on... :)
Tak perlu lagi aku mengingatnya biarlah ia mendapatkan kebahagiaannya bersama suaminya. Toh aku pun sekarang Insya Allah akan mendapat seseorang yang lebih baik agamanya. 

Tapi aku deg-degan nggak karuan ketika dia mengirimkan sebuah pesan pendek (sms:red) berisi sebuah pertanyaan penting. Apakah aku benar-benar telah yakin akan memilihnya menjadi pendamping hidupku?

Ya, kukira pertanyaan ini sangatlah wajar untuk seorang gadis yang ingin menikah dengan seorang suami yang diidam-idamkannya (entah kadang aku berpikir aku calon suami idaman tapi kadang juga sebaliknya). Ia kembali mempertanyakan kesiapanku untuk memperistri seorang gadis (dirinya)  yang usianya lebih tua dariku. Jarak antara aku dan dia 7 tahun memang jarak yang cukup jauh, sehingga sangatlah wajar jika ia kembali mempertanyakan niatku untuk meminangnya.

Memang ada hadits Nabi Muhammad SAW tentang anjuran untuk memilih istri yang lebih muda. Yakni ketika salah seorang sahabat bernama Jabir Bin Abdillah ra menikahi seorang janda.dan Rosulullah SAW bertanya kepadanya kenapa tidak memilih yang masih perawan lagi muda belia. Namun hadits ini meskipun sebagai anjuran akan tetapi menurut saya pribadi bukan hendak mencela hadits ini. 

Akan tetapi saya pernah membaca hadits yang serupa namun dengan sanad yang berbeda di akhir periwayatan hadits tersebut Jabir Ibnu Abdillah menyampaikan bahwasanya alasannya ia lebih memilih wanita yang lebih tua darinya agar dapat menjadi partner dirinya untuk mengurusi ke-9 saudara-saudaranya yang masih kecil karena ia merupakan tulang punggung keluarga setelah ditinggal kedua orang tuanya.

Barang kali itu yang menjadi pertimbanganku karena akupun memiliki 2 adik yang kini menjadi tanggunganku meskipun kedua orang tuaku masih ada tetapi aku tak tega bila membiarkan orang tuaku bekerja di akhir usia senjanya.

Tapi bukan berarti aku hendak menikah karena tertarik dengan harta. Meskipun ia seorang wanita yang mandiri dan punya kemampuan finansial yang mungkin melebihi keuanganku (aku tak pernah bertanya padanya jadi aku tak tahu seberapa besar penghasilannya). Aku lebih tertarik dengan akhlaknya yang mulia. Ia seorang perempuan yang Insya Allah bisa dididik menjadi wanita sholeha. Selain itu aku mengagumi senyum keikhlasan di wajahnya ketika pertama kali aku tatap wajahnya dulu.

Namun sekali lagi aku tegaskan bahwa aku memilihnya Insya Allah karena kualitas agamanya yang baik sebagaimana kritera anjuran Nabi SAW dalam memilih calon istri bahwasanya seorang wanita dinikahi karena 4 perkara : kecantikannya, hartanya, keturunannya, dan agamanya. Jika engkau ingin selamat maka pilihlah karena agamanya.

Duhai Rabbku, jikalau Engkau berkehendak agar ia menjadi jodohku maka mudahkanlah. Dan janganlah sekali-kali ia menjadi cobaan yang berat untukku. Begitu juga janganlah aku Engkau jadikan cobaan yang berat untuknya. Aku pasrahkan semuanya kepadaMu.

Bersabarlah wahai bidadariku, tunggulah hingga aku menggapaimu dalam ridho-Nya.

Jumat, 08 Februari 2013

Abah Umi Akhirnya Aku Lulus



Alhamdulillah segala puji syukur kepada Allah SWT atas berkat dan limpahan rahmatNya pada siang hari tadi Jumat 8 Februari 2013 saya bisa bernafas sedikit lebih lega setelah lulus dari sidang pendadaran skripsi saya yang pertama meski harus menyelesaikan beberapa revisi pada naskahnya. (hehehe emang mau berapa kali pendadaran ??)

Abah Umi merekalah yang selalu ada yang menjadi motivasi untuk merubah hidup yang lebih baik dari anak seorang penjaga SD atau bisa dibilang tukang kebunnya SD dengan izin dari Allah SWT sekarang ini saya telah membuktikan kepada kakak-kakak saya bahwa saya pun Insya Allah mampu mewujudkan cita-cita keluarga untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepada Dosen pembimbing saya yang baik hati Ibu Sri Redjeki mohon maaf agak mengecewakan tapi Insya Allah itu menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi saya.

Kepada seseorang yang Insya Allah saya cintai karena Allah. Sungguh hati ini tak mampu berdusta bila memang engkau jodohku tunggulah di saat yang tepat. Saat dimana sebuah cincin akan melingkar di jari manismu. Saat dimana engkau telah halal bagiku. Namun saat ini belumlah pantas bagiku untuk meminangmu sebelum aku bisa menjadi calon imam yang sholeh untukmu.

Impianku, 20 sketsa rencana hidup. Mungkin ada yang tercapai dan ada pula yang gagal. Yang tercapai wajib disyukuri dan yang gagal semoga menjadi bahan pelajaran untuk masa berikutnya.

Jumat, 11 Januari 2013

Stop Berkeluh Kesah


Stop Berkeluh Kesah



by Alier Bintang Kecil on Saturday, January 12, 2013 at 12:51am ·





Ternyata hari2 berjalan sangat cepat sampai saya tak menyadari sudah hampir 2 pekan bulan januari. Semuanya terlupakan di kepala ini yang terpikirkan cuma UAS, Skripsi, Project Kantor, LPJ Mubes, Silabus TPA dan tidak sempat utk memberikan porsi perhatian utk sekeliling. Beberapa teman mungkin kecewa dengan perubahan sikap saya. Tapi , Alhamdulullah tidak sampai lupa sholat. Bisa bahaya kalo Allah pun ikut kecewa bisa diadzab nanti.Saya pikir saya harus minta maaf kepada beberapa teman yg kemarin2 saya hindari ketika meminta bantuan. Beberapa undangan rapat pun terpaksa tak bisa dihadiri. Beban pikiran yg masih penuh ini tak cukup utk menerima keluh kesah mereka. Sedang saya sendiri pun berkeluh kesah kepadaNya agar diberi kesabaran dan kemudahan.

Rekaman ceramah salah seorang ustadz yang saya dengar tadi pagi begitu berkesan. Segera membuka mata hati ini, bahwa saya bukanlah orang yang pantas untuk berkeluh kesah. Saya masih diberikan begitu banyak kenikmatan yang harus disyukuri. Astaghfirullah,Laa illaha illa Anta inni kuntum minadzolimin. Sesungguhnya saya orang2 yg mendzolimi diri sendiri. Begitulah doa taubat Nabi Yunus a.s ketika berputus asa dari kaumnya.

Saya ingin bercerita sebuah kisah yang membuat saya benar2 menangis. Ya, saya akui saya menangis sewaktu mendengar kisah ini. Saya bukan menangisi kesedihan dari cerita ini, saya menangisi betapa selama ini saya kurang dapat bersyukur atas nikmat yang begitu besar dari Allah Azza Wajala.

Baiklah mungkin teman penasaran seperti apakah kisah yang membuat saya benar2 menangis. Simaklah baik2.

Ada seorang prajurit kerajaan pada zaman kekhalifahan bani umayah ditugaskan utk menjaga daerah perbatasan yg isinya cuma gurun kering kerontang.
Sehari dua hari ia berkeluh kesah dengan pekerjaannya tsb. Suatu ketika ia bosan terus menerus harus berjaga di pos penjagaan, maka berkelilinglah ia di sekitar pos penjagaan dan hanya didapatinya padang pasir luas kering di sekeliling pemandangannya. Namun, tiba2 matanya melihat ada bangunan seperti gubuk tua nan reyot diantara gurun kering tsb. Maka didekatilah gubuk tua itu dan dilihatnya pula didalamnya seorang kakek tua sedang bermunajat kepada Rabbnya. Didengarlah oleh si prajurit tsb apa yg sedang diminta oleh kakek tua itu dalam doanya.
Kakek tsb berdoa "Ya Allah, sungguh tiada satupun nikmat yang Engkau berikan dapat aku dustakan. Betapa banyak nikmat yg Engkau berikan kepada hamba. Sungguh Engkau telah memberikan karunia yg besar kepada hamba yg tidak Engkau berikan kepada hambaMu yg lain. Maka ajarkanlah hamba menjadi orang yg pandai bersyukur lagi bersabar."
Si prajurit ini penasaran dengan apa yg diucapkan si kakek dalam doanya. Maka kemudian ia mendekati si kakek utk menanyakan karunia apa yg Allah berikan kepadanya yg tidak Allah berikan kepada hambaNya yg lain. Lalu ia mengucapkan salam, tetapi si kakek tidak menjawab. Ia dekati lagi si kakek dan berucap salam, tapi masih tidak ada jawaban. Prajurit ini pun kesal dan ketika dalam jarak 1 meter ia berteriak keras dan bertanya kenapa salamnya tidak dijawab.
Dan kakek tsb meminta maaf tidak menjawab salamnya karena rupanya si kakek agak tuli pendengarannya. Lebih dari itu si kakek ini juga buta dan kakinya pun buntung. Melihat kondisi tsb si prajuritpun iba dan minta maaf atas ketidaktahuannya terhadap kondisi si kakek. Lantas ia menanyakan tentang rasa penasarannya kepada si kakek.
"Kakek, tadi saya mendengar sewaktu kakek berdoa. Saya heran mengapa kakek berdoa seperti itu. Nikmat apa yg Allah berikan kepada kakek sedangkan kondisi kakek ini sangat memprihatinkan. Karunia apa yg kakek maksud yg tidak diberikan Allah kepada orang lain, sementara kakek sendiri seorang yg miskin, buta, tuli dan cacat?"
"Wahai anak muda, memang aku ini miskin, buta, tuli dan kakikupun tiada. Tapi apa kau tidak menyadari Allah masih memberiku lisan sehingga aku masih bisa berdzikir, sehingga aku masih bisa bersyukur dan aku masih bisa membaca Al Quran dari hafalanku sebelum aku buta. Tidakkah engkau berpikir bahwa ini adalah suatu karunia Allah yg besar untukku yg tua renta ini?"
si prajurit hanya bisa terdiam sambil matanya berkaca-kaca lantas si kakek melanjutkan perkataannya.
"Lebih dari itu Wahai anak muda,sesungguhnya aku masih punya seorang anak yg sangat berbakti kepadaku. Ia selalu menemaniku, mencarikan makan untukku, memberikan air wudhu kepadaku. Namun anak muda, sudah 3 hari ini anakku belum pulang, sungguh aku sangat khawatir terhadapnya. Bisakah engkau membantu untuk mencari keberadaannya?"
Maka terbayanglah oleh si prajurit tsb bahwa kakek ini sesungguhnya sedang kelaparan, sudah 3 hari perutnya tak tersentuh makanan sedikitpun. Maka ia memutuskan utk memberinya sedikit bekal yg ia bawa dan kemudian mencari kemana si anak kakek tua itu pergi.

Kesana kemari si prajurit itu mencari tetapi tidak ada seorangpun yg ia temui di padang tandus tsb. Lalu ia pergi ke atas bukit dengan harapan siapa tahu ia bisa menemukannya. Dipandangilah sekeliling bukit tsb, lantas ia melihat seperti ada sosok manusia di sebuah lembah dan ia bergegas turun ke lembah tsb. Singkat cerita sosok manusia yg terbaring di atas tanah itu memiliki ciri2 yg sama spt anak yg diceritakan oleh si kakek. Rupanya anak si kakek tersebut sudah meninggal dunia dan mayatnya tercabik2 oleh binatang buas. Setelah menguburkan mayat tsb maka kembalilah ia ke gubuk si kakek tua tsb. Tapi ia bingung apa yg harus ia katakan kepada si kakek tatkala kakek itu menanyakan kondisi anaknya.
Lalu berkatalah si prajurit itu kepada si kakek
"Kek, lebih mulia mana Nabi Ayyub a.s dengan kakek?"
"Jelas Nabi Ayyub lebih mulia beliau seorang Nabi dan Rosul, sedang saya hanya manusia biasa""Allah memberikan cobaan yg begitu berat kepada Nabi Ayyub a.s lantas apa yg beliau lakukan tatkala menderita penyakit yg luar biasa sakitnya dan dikucilkan dari kaumnya?"
"Beliau selalu bersabar dan bersyukur atas nikmat Allah",jawab si kakek
"Lebih dari itu istrinya pun akhirnya meninggalkannya tetapi beliau tetap sabar dan tabah", tambah si prajurit
Si kakekpun agak curiga dengan apa yg disampaikan prajurit itu lalu ia bertanya
"Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku, dimana putraku berada? Mengapa kau justru mengalihkan pembicaraan?"
Si prajurit tak dapat menahan tangisnya seraya menjawab "Sesungguhnya putramu telah meninggal dimakan binatang buas dan saya telah menguburkannya"
Si kakek pun berkata "Innalillahi Wainna ilaihi rojiun, Sesungguhnya semua ini hanya milikMu ya Allah dan hanya kepaMu lah semuanya akan dikembalikan. Maka terimalah semua rasa syukurku atas semua nikmat yg Engkau berikan kepadaku"Selang beberapa saat kemudian si kakek pun mengucapkan syahadat dan akhirnya ia pun menyusul kepergian anaknya. Maka dikuburkanlah mayat si kakek itu oleh prajurit tsb dan kemudian ia kembali ke pos penjagaannya.

Malam harinya ia bermimpi bertemu dengan kakek tua itu sedang berlari2an di dalam taman surga. Maka ia bertanya kepada kakek itu "Bukankah engkau kakek tua yang baru tadi siang saya kuburkan? Kenapa kau berlarian di taman surga ini bukankah engkau cacat?""Ya, engkau benar wahai anak muda. Rasa syukur atas nikmat Allah-lah yg telah memasukanku ke dalam surgaNya" 

Dan si prajurit tsb akhirnya sadar bahwa bagaimanapun kondisi di dunia ini maka sepantasnya manusia bersyukur atas nikmat yg diberikan Tuhannya kepadanya. Tidak sepantasnya kita berkeluh kesah dengan semua kenikmatan yg telah Allah berikan. Bukankah Allah telah berjanji dalam firmanNya QS. Ibrahim ayat 7 bahwa barangsiapa yg mensyukuri nikmatKu maka akan Ku tambahkan nikmatKu kepadanya, dan barang siapa mengkufuri nikmatKu sungguh adzabKu sangatlah pedih.
Dan bukankah Allah telah berfirman dalam QS. Al Insyiroh ayat 5 dan 6 "Maka Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan"Dan Allah juga berfirman : "Tidak ada satupun hewan melata yg berjalan di muka bumi ini melainkan Allah telah memberikan bagian rizki untuknya" 

Tulisan ini untuk mengingatkanku dan mengingatkanmu untuk menjadi orang yg pandai bersyukur. Dan juga sebagai permohonan maaf untuk beberapa teman yg mungkin telah saya kecewakan akhir2 ini.

Sabtu, 05 Januari 2013

Bertambah Tua Bertambah Karya


Hari ini saya masih hidup
masih ada oksigen yang terhirup
masuk lewat rongga hidung hingga ke paru-paru
tanda bahwa hari ini memulai babak baru

Berpikir berulang tantang masa lalu
jauh sekali pergi berlalu
hari-hari dan waktu terbuang
tak kan kembali datang

Bertambah tualah usiaku
Bertambah payahlah tenagaku
Namun semangat jangan lekas pudar
Menjalani hidup dengan tabah dan sabar

Bertambah tua janganlah bertambah dosa
Bertambah usia imbangi dengan bertambah karya
Terus maju menggapai asa
Meskipun halangan dan rintangan menerpa

Darah ini darah pejuang
Tak kan habis tertumpah pedang
Semangat berkobar menantang menerjang
Sampai datang ajal membayang

Kamis, 03 Januari 2013

Kita Sutradaranya, Allah Produser Sinema Kehidupan Ini

 Kata orang, kita hidup di dunia sbg aktor dan Allah-lah yg mjdi sutradaranya.
But, I've another opinion.
Allah bukanlah sutradara kehidupan ini, tapi kitalah aktor sekaligus sutradaranya.
Allah adalah produser dari sinema kehidupan makhluk2nya.
Allah memberikan kebebasan utk kita memilih kehidupan mana yg hendak kita tuju.
Jika kita memilih kebaikan maka kebaikan pulalah yg akan kita dapat,
jika kita memilih keburukan maka keburukanlah yg akan kita dapat pula.


ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻐﻴﺮ ﻣﺎ ﺑﻘﻮﻡ ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮﻭﺍ ﻣﺎﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS. Ar Ra’du:11)

Sebagaimana produser, jika sinemanya bagus pasti banyak uang yg akan mengalir utk membiayai sinema itu.
Begitupula Allah akan menambahkan nikmat-Nya utk kita manakala kita bersyukur atas nikmat-Nya.
Bisa jadi pula Allah mengurangi nikmat-Nya utk kita manakala kita tak pandai bersyukur kepada-Nya.


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim :7)
 Waallahu a'lam bishowab

Senin, 31 Desember 2012

Skripsi di Akhir Tahun


Akhir tahun bagi sebagian orang merupakan momen yang ditunggu. Bagaimana tidak antusias jutaan atau ribuan atau bahkan milyaran orang di seluruh dunia menanti detik-detik pergantian tahun.

Aku salah seorang diantara makhluk yang bernama manusia itu. Namun tidak seperti sebagian manusia yang lain yang sedang sibuk mempersiapkan diri menyambut datangnya tahun baru. Aku sedang sibuk menyelesaikan sebuah maha karya besar dalam sejarah "Dunia Mahasiswa" yang orang-orang sering menyebutnya babak penentuan akhir studi di dunia per-kampus-an.

Kemarin laptopku mendadak error. Dan berimbas pula ke nasib skripsiku. Maka dengan penuh semangat memperbaikinya berharap bisa selesai dan "happy ending" ke jenjang pelaminan eh salah.. pendadaran.

Akhirnya aku sadar, aku cuma segelintir orang yg ambisius. Dan bodohnya kenapa tak terpikir olehku kalau dosenku juga manusia butuh yang namanya refreshing. Ya kurelakan sajalah sampai awal bulan di tahun yang baru.

Tapi tetap  aku bukan salah satu tipe manusia di bumi ini yang mau merayakan tahun baru dengan kegiatan-kegiatan yang "buang-buang duit". Lebih dari itu aku salah seorang dari pemuda bangsa Indonesia yang peduli dengan bangsanya.
Aku tak seperti mereka yang tertawa haha..hihi.. dalam jerat godaan hawa nafsu dunianya.

Mereka lupa, hati mereka tertawa lupa, lupa…. dan Iblispun tertawa!!! Bahwa mereka telah terseret oleh agama orang di luar sana. Kepercayaan agama orang lain, namun mereka kini ikut-ikutan, dan dipimpin oleh para pemimpinnya, dengan biaya dari kantong mereka yang Muslim pula. Betapa jungkir baliknya, maka iblis pun tentunya tertawa-tawa melebihi mereka bergembira ria…
Mereka lupa. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jadi panutan mereka telah wanti-wanti, mengingatkan dengan sangat:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa bertasyabuh (menyerupakan diri) dengan suatu kaum, maka ia bagian dari mereka.” (HR Abu Daud 3512, dari Ibnu Umar, hasan shahih menurut Al-Albani, dan riwayat An-Nasaai).
Dalam sendiriku, ingin bermuhasabah mengenang, mereflesikan apa yang telah terjadi dari awal tahun hingga sekarang. Agar dapat kuambil pelajaran untuk tahun berikutnya.

Kamis, 27 Desember 2012

Ternyata Aku yang di Skak Mat


Hemm, agaknya memang aneh.
Ada apa dengan diriku kenapa rasanya begitu sakit?
Kalah, merasa diri ini telah kalah dalam perlombaan yang sebenarnya tak ada pemenangnya.
Kecewa memang ketika sudah bersiap menyerbu tapi sudah diserbu duluan.
Skak mat ente mati langkah brother.

Mati langkah??

Baik, kuulangi lagi semuanya.
Kutuliskan lagi untuk siapa bintang itu akan diberikan.
Ketika bidak hendak meminang queen negeri seberang.
Sudah mati terkapar sebelum menjadi menteri nan gagah berani.

puisi aneh yg ditulis pada hari ini jumat, 28 Desember 2012
atau tak layak disebut puisi
tanpa kata-kata manis  apalagi romantis
karena hati ini telah teriris sadis

namun tak perlu lah mata ini menangis
cukup bibir ini yg meringis
mengharap buah manggis
datang dari tangan seorang gadis

Jumat, 07 Desember 2012

PROPOSAL MENIKAH


Bismillahirahmanirrahim


Menikah :


Fulan Bin Abu Fulan

dengan

Fulanah Binti Abu Fulan









PROPOSAL  MENIKAH

Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di  majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur¡¦an dan Al Hadits :
  1.  "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir(Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
  16. "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat(HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
  1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
  3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
  4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
  5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
  6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
  7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
  1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
  2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
  3. Termasuk  tathhir (mensucikan diri).
  4. Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya¡¨  (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
  • Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  • Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  • Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
  • Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  • Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
  • Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
  • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari  manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  • Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  • Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ¡§Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"(Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS  PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
==================================== 
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu  tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
Maraji / Referensi :
  1. Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
  2. Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
  3. Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
  4. Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
  5. Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
  6. Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
  7. Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
  8. Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
  9. Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
  10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.

Minggu, 02 Desember 2012

Surat Cinta Untuk Bunda


- Surat Cinta Untuk Bunda -


Entah kenapa aku ingin pulang, 

mendekapnya, memeluknya, menciumnya. 
Wahai ibu 
Seandainya langit dan bumi ini dibentangkan. 
Maka Insya Allah semua itu tak akan cukup membeli rasa cintaku untukmu.
Demi Rabb yg telah menciptakanku dan menanamku di dalam rahimmu 
Sungguh engkaulah wanita pertama yg paling kusayangi di muka bumi ini. 
Meski suatu saat nanti akan datang wanita lain yg akan mengisi hidupku. 
Namun tak akan mengurangi rasa cintaku untukmu.


Dahulu ketika aku masih kecilengkau begitu sabar menyayangikuMeski pernah kusakiti hatimuengkau tak membenciku dan semakin menyayangiku


Kini aku beranjak dewasa dan kaupun masuk usia senja

Namun senyum di wajahmu selalu terbayang
Senyuman tulus dari seorang bunda untuk anak tercinta


Tapi kini engkau menangis seakan berbisik"Nak, jangan kau tinggalkan bundamu"Ingin kuhapus air mata ituDan kugantikan senyum kebahagiaan ketika kau melihatku mempersembahkan yang terbaik untukmu


Ya Ummi, Uhibuki fillah

Aku ingin mencintaimu karena Allah
dan aku ingin berbakti juga karena Allah

Selasa, 27 November 2012

Hanya Goresan Tinta Lembut


Puisi ini ditulis oleh adik saya tgl 26-08-2012 dengan sedikit gubahan :)

Tangan-tangan kecil itu
Penuh dengan sandiwara
penuh dengan luka,penuh dengan lara
penuh dengan pilu,penuh dengan tangis

Mereka meminta-minta
dan  berharap pada para dermawan
tapi..
memang bukan keinginan mereka
hanya terdorong oleh orang-orang tak bertanggung jawab
Alangkah malangnya...
Oh Tuhan,
mengapa semua ini bisa terjadi?
Apakah Engkau sedang beri mereka cobaan?
Apa Engkau ingin mebuka mata hati manusia?
Ataukah apa?
Tuhan,
Semua ini tak dapat aku ungkap
dan tak dapat aku terkap
Akankah selalu menjadi Rahasia Mu
dalam goresan tinta lembut di Lauhul Mahfudz

Minggu, 25 November 2012

Syirkul Mahabbah


Syirkul Mahabbah = Kesyirikan dalam Mencintai

Hemm judulnya agak gmn gtu. Bagi yg sedang dimabuk asmara berhati-hatilah dalam mencintai seseorang pujaan hatimu. Bisa jadi kamu jadi salah satu pasien korban 'Syirkul Mahabbah'. Apalagi sampai galau berlebihan, hati yang masygul karena memikirkan si 'doi'. Terlalu mencintai seseorang hingga melupakan cintanya kepada Allah dan Rosul-Nya.

Renungkanl

ah wahai orang-orang yang beriman.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” QS. Al-Baqarah: 165

Hendaknya dalam mencintai ataupun membenci sesuatu itu karena dilandasi kecintaan kepada Allah sebagaiman sabda Nabi SAW
“ Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan takut kerana Allah sesungguhnya telah sempurna imannya.”
HR Tirmizi (2521)

Udah jelas kan?

So, be carefull with a blind love coz it can kill you.
But we love something because of Allah, then Allah will love you.

I Love Allah
I Love Rosulullah because of Allah
I Love My Parents because of Allah
I Love 'Her' because of Allah
I Love evey moslem in the world because of Allah

Sabtu, 24 November 2012

Surat Cinta Untuk Calon Istri


Wahai engkau yang tercipta dari tulang rusuk.
Ingin rasanya bibir ini mengungkapkan apa yang terpatri dari dasar qalbu.
Sebuah rasa yang telah lama kupendam untukmu.
Namun baru kali ini sanggup kukatakan padamu.
Sungguh aku bukanlah makhluk yang pandai menyusun kata.
Apalagi mengartikan bait-bait cinta.
Namun, wahai sang dara dengarkanlah meski sekali ini saja.

Sungguh bila Allah menakdirkanku pada seseorang,
kuingin engkaulah yang menjadi keping puzzle yang melengkapi bagian yang hilang.
Bila untaian kata ini tak mampu meyakinkanmu akan rasaku,
maka tunjukanlah arah di mana rumahmu.
Agar dapat kulangkahkan kaki ini untuk meminangmu.