Senin, 28 Oktober 2013

Sunnah Menempati Rumah Baru





Tanya :


Apa saja sunnah sebelum menempati rumah baru? Apakah membaca Al Baqarah saja? Rumah cukup lama tidak ditempati sebelumnya.

Jawab :
Bismillahirrahmanirrahim,

Di antara sunnah menempati rumah baru,
Pertama: Adalah dengan menyebut nama Allah dan ta’awwudz (meminta perlindungan dari syaitan. Diriwayatkan dari hadits Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


إذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيتَهٌ فَذَكَرَ اللهَ عِندَ دُخُولِهِ وَعِندَ طَعَامِهِ ، قَالَ الشَّيطَانُ : لَا مَبِيتَ لَكُم وَلَا عَشَاءَ ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَم يَذكُرِ اللهَ عِندَ دُخُولِهِ ، قَالَ الشَّيطَانُ : أَدرَكتُمُ المَبِيتَ ، وَإِذَا لَم يَذكُرِ اللهَ عِندَ طَعَامِهِ قَالَ : أَدرَكتُمُ المَبِيتَ وَالعَشَاء

“Apabila seseorang di antara kalian masuk kedalam suatu rumah, lalu dia menyebut nama Allah di saat masuk dan di saat makan, maka syaitan akan berujar: tiada tempat menginap dan tiada makan malam. Dan apabila dia masuk ke dalam rumah tersebut dan tidak menyebut nama Allah, maka syaitan akan mengatakan: Kalian telah mendapatkan tempat menginap. Dan apabila orang tersebut tidak menyebut nama Allah disaat makan, syaitan akan berkata: ‘kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan malam’ “ Diriwayatkan oleh Imam Muslim
Dan diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari,

Kedua: Membaca doa

مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ

“Masya Allah, tiada kekuatan kecuali bagi Allah semata.”
Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam al-Qur`an al-Kariim,


وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَداً

“Dan sekiranya ketika engkau memasuki kebunmu dan engkau mengatakan, ‘Masya Allah tiada kekuatan kecuali bagi Allah semata’, sungguh engkau akan mencapatiku lebih sedikit harta dan keturunan darimu.” (al-Kahfi: 39)

Ketiga: Juga disunnahkan untuk membaca doa

الحَمدُ لِلَّهِ الذِي بِنِعمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah, yang dengan segala nikmat-Nya, setiap amal-amal kebaikan menjadi sempurna.”

أَنَّهُ كَانَ إِذَا رَأَى مَا يَسُرُّهُ قَالَ : الحَمدُ لِلَّهِ الذِي بِنِعمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Bahwa apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sesuatu yang menggembirakan beliau, beliau mengucapkan: Segala puji bagi Allah, yang dengan segala nikmat-Nya, setiap amal-amal kebaikan menjadi sempurna.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al-Hakim dari hadits Aisyah radhiallahu ‘anha dan dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah di dalam ash-Shahihah.

Keempat: Disunnahkan pula, dan berlaku umum termasuk disaat memasuki rumah yang baru untuk. Membaca al-Qur`an di dalam rumah tersebut, terlebih surah al-Baqarah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا تَجعَلُوا بُيُوتَكُم مَقَابِرَ ، إِنَّ الشَّيطَانَ يَنفِرُ مِنَ البَيتِ الذِي تُقرَأُ فِيهِ سُورَةُ البَقَرَةِ

“Janganlah jadikan rumah-rumah kalian layaknya pemakaman, karena sesungguhnya syaitan akan lari menjauh dari rumah yang dibacakan surah al-Baqarah di dalam rumah tersebut.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah.

Kelima: Oleh sebagian ulama, disunnah untuk mengadakan ‘walimah’ sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan berupa kediaman/rumah yang baru.

Allah ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan disaat Rabb kalian menyeru: Sesungguhnya jika kalian bersyukur niscaya akan Saya akan menambah nikmat bagi kalian dan apabila kalian ingkar maka sungguh siksaku amatlah pedih.”
Walimah semacam ini oleh sebagian ulama, dinamakan ‘al-wakiirah. Dengan mengadakan jamuan serta mengundang beberapa orang.

Wallahu A’lam.

(Ustadz Rishky AR)

Selasa, 02 Juli 2013

Pendaftaran Asrama Pondok Mahasiswa Al Madinah


Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara (PMAN) mempunyai Visi (cita-cita) melahirkan pemimpin atau calon pemimpin masa depan dari lingkup yang paling kecil sampai paling besar, juga melahirkan para kader dakwah yang siap untuk menyokong dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin sebagaimana para pendahulu yang shalih. Dari kalangan mahasiswa, dimana mahasiswa adalah label yang sangat penting dan utama bagi pembentukan sebuah peradaban di zaman ini. Pemuda/i di era kini sangat kuat direpresentasikan oleh golongan elit mereka yang berstatus mahasiswa. Maka membina mahasiswa adalah membina masa depan peradaban itu sendiri. Kata melahirkan dipilih karena proses membentuk dan menyiapkan pemimpin dan kader dakwah adalah sebuah proses yang tidak mudah, memerlukan perjuangan, bahkan “jihad” yang penuh kesungguhan.



Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara (PMAN) menerima pendaftaran mahasantri baru Angkatan III GEL 2.
Waktu Pendaftaran:
Pendaftaran online gelombang 2 mulai tanggal 20 Juni 2013 s/d 25 Juli 2013
Persyaratan:

  1. Mahasiswa Muslim ( Ikhwan/Laki-laki yang berkuliah di Jogja )
  2. Bersedia dan berkomitmen untuk menjalani pendidikan selama 2 tahun
  3. Fotocopy KTM dan KHS terakhir (Untuk Mahasiswa) atau KTP dan SKHUN (Untuk yang baru lulus SMA)
  4. Bersedia mengikuti rangkaian tes masuk:
    1. Tes tertulis (ditentukan sendiri jadwalnya oleh peserta dengan mengisi form pendaftaran)
    2. Tes wawancara

Prosedur pendaftaran:
1. Mendaftar online di http://pondokalmadinah/pmb
2. Membayar biaya pendaftaran sebesar 30 ribu.
3. Mengikuti proses seleksi:
Tes gel. I dilaksanakan pada: 22/23 Juni 2013 pukul 08.00-selesai
Tes gel. II ditentukan sendiri oleh peserta dengan mengisi form pendaftaran
4. Pengumuman gel. II: 22 Juli 2013, Daftar ulang bisa dilakukan mulai tanggal 22-28 Juli 20135. Asrama bisa ditempati mulai tanggal 1 Agustus 2013

Tempat Pengumpulan berkas, tes & Contact Person:
 Tempat :
Jl. Kaliurang Km, 6,3 (Barat lapangan kentungan)
Jl. Kalimantan C23, Purwosari, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta
Contak Person :
Fikri (085854428686)
Ogi (081215580896)
Tomi (08563922704)

PENDAFTARAN SILAHKAN ISI FORM di : http://www.pondokalmadinah.com/pmb

Jumat, 14 Juni 2013

Pola Perjuangan Dakwah dari Sepakbola


Siapa yang tidak mengenal permainan sepakbola?. Salah satu permainan olahraga yang paling disukai di seluruh dunia. Namun tahukah kawan, kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari permainan tersebut dan dapat kita terapkan dalam perjuangan dakwah kita. Aahh.. ngawur sampeyan mas!, masa berdakwah harus belajar main sepakbola. Dakwah itu tempatnya di majelis ta'lim penuh dengan ilmu, jadi mana mungkin bersumber dari lapangan rumput.
Mari kita renungi berapa banyak ayat Al Quran yang memerintahkan kita untuk senantiasa i'tibar yakni mengambil pelajaran dan hikmah dari segala peristiwa apa yang terjadi di dunia ini.
فَاعْتَبِرُوا يا أُولِي الْأَبْصارِ
"maka ambillah pela­jaran wahai orang-orang yang mempunyai pandangan". (QS. Al Hasyr : 2)
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَى
"Sesungguhnya pada {peristiwa} yang demikian itu ada pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)". (QS. An-Naziat)
Dari kedua ayat di atas maka tidak salah jika kita mengambil contoh-contoh pelajaran dari sumber peristiwa yang terjadi di dunia ini. Lantas pelajaran apa yang dapat kita temukan dalam permainan sepakbola?. Kekompakan tim kah, persatuan umat?. Ya, memang itu beberapa yang dapat kita ambil pelajaran  darinya. Namun kali ini saya tidak membahas tentang persatuan. Saya ingin memaparkan pelajaran yang lain.
Berbicara sepakbola maka tak akan lepas dari berbicara tim. Berbicara tim maka tak akan lepas dari berbicara masalah strategi penempatan posisi pemain, pola penyerangan dan pola pertahanan. Mari kita berbicara masalah strategi penempatan posisi pemain dakwah. Ibarat sebuah tim maka para aktivis dakwah Islam bisa saya gambarkan tidak lepas dari posisi berikut:
1)  Kiper
Kiper ini adalah pertahanan terakhir dan harapan dari sebuah tim. Siapa mereka? Mereka adalah generasi muda Islam, anak-anak dan remaja. Merekalah sasaran utama musuh-musuh Islam. Jika pertahanan mereka rapuh maka hancurlah Islam ini. Oleh karenanya anak-anak dan remaja Islam ini harus diberikan bekal yang cukup, pondasi tauhid yang kokoh, akhlaq yang mulia dan wawasan yang luas.
2) Penjaga Barisan Pertahanan
Penjaga barisan pertahanan ini yang membantu untuk mencegah masuknya arus perlawanan musuh. Siapa mereka? Mereka adalah para Ibu. Merekalah yang bertanggungjawab senantiasa menjaga dan memberikan pendidikan kepada putra-putrinya. Merekalah penjaga benteng pertahanan yang dapat diandalkan. Peran mereka tidak bisa dianggap remeh. Apabila penjaganya lengah maka musuh akan leluasa masuk ke daerah pertahanan. Sebagaimana dalam hadits berikut;
"... Wanita adalah pengembala di dalam rumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas gembalanya". (penggalan dari hadits yang diriwatkan Ahmad, Ibnu Majah, Abu daud, Tirmidzi dari Ibnu Umar Shahibul Jami 4445)
Sayyid Quthb menamai wanita sebagai "Penjaga benteng pertahanan" (Lihat Fi Dziilalil Qur'an : 6 : 3619)
Tidak bisa di bayangkan, bagaimana jika penjaga benteng pertahanan ini rusak, menyeleweng, atau berfikrah buruk yang meruntuhkan.. Apa gerangan yang terjadi dalam rumah tangga Islami?. Tak pelak lagi, akibatnya akan parah, maka dari itu seyogyanya setiap saudari muslimah waspada dan perihatin terhadap program yang dicanangkan musuh-musuh Islam terhadap kaum wanita, khususnya wanita muslimah. Serta menyadari peranan yang harus dimainkan.
3) Playmaker
Mereka adalah para inisiator, para da'i dan aktivis-aktivis dakwah. Mereka memainkan peranannya, mengatur pola perjuangan dakwah Islam dan membantu menjaga daerah pertahanan. Dibutuhkan banyak tenaga yang lincah, gesit dan berwawasan untuk memainkan peranan ini. Mereka harus tahu kapan waktunya maju menyerang dan kapan waktunya harus bertahan.
4) Striker
Mereka adalah para mujahid, para pejuang yang memperjuangkan ditegakkannya syariat Islam. Mereka berada di garda terdepan untuk menghalau, menyerang dan melawan arus liberalisme, kapitalisme maupun isme-isme lain yang tak sejalan dengan perjuangan Islam.
5) Pemain Cadangan
Merekalah yang dicalonkan untuk mengisi ruang kosong apabila ditinggalkan oleh para pemainnya. Merekalah yang sedang belajar menuntut ilmu syar'i. Mereka butuh pembinaan agar siap ketika waktunya mereka harus tampil dalam kancah pertandingan.
6) Manager / Pelatih dan Sponsor
Apa hebatnya sebuah tim tanpa adanya orang yang melatih mereka. Dakwah pun demikian membutuhkan para alim ulama yang menguasai Ilmu-ilmu Allah, mewarisi hikmah para Nabi. Peranan alim ulama ini sangat menentukan keberhasilan sebuah tim dakwah. Apa jadinya jika sebuah tim hebat ditangani oleh manager yang kurang profesional. Sedangkan
Sedangkan sponsor ini diperankan oleh pemerintah/ umara yang memegang kendali atas rakyatnya. Peran ulama dan umara ini sangat penting dan sangat erat kaitannya dengan keberhasilan sebuah tim dakwah. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam : "Ada dua orang yang apabila dua orang ini baik, maka menjadi baiklah umat dan apabila buruk, maka akan menjadi buruklah umat tersebut yakni para ulama dan umara."
Dari keenam posisi tersebut harus saling bekerja sama bahu membahu dalam menegakan agama Islam. Jika semuanya bekerja secara profesional menegakkan syiar-syiar Islam maka Insya Allah Islam ini akan kembali berjaya.
Wallahu A'lam bishowab. Wabilahit Taufiq wal Hidayah.

Kamis, 13 Juni 2013

Khutbah : Jangan Menjadi Orang yang Bangkrut

DOA PEMBUKA KHUTBAH



إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا


وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ


إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا 


زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ 

وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ 


وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله 


عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ 


مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ





















Daripada Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tahukah kamu siapakah orang yang muflis itu?” Sahabat menjawab: “Orang yang muflis di kalangan kami ialah seseorang yang tidak memiliki dirham (wang) dan juga tidak memiliki harta.” Lalu Nabi s.a.w. bersabda:”Sebenarnya orang yang muflis dari kalangan umatku ialah seseorang yang datang pada hari qiamat dengan membawa pahala sembahyang, puasa dan zakat, tetapi (dahulunya sewaktu di dunia) ia pernah mencaci maki si fulan, menuduh si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan pernah memukul si fulan. Maka akan diberikan kepada orang yang teraniaya itu daripada pahala kebaikan orang tadi dan begitu pula seterusnya terhadap orang lain yang pernah teraniaya , ia akan diberikan pula daripada pahala kebaikan orang tadi, sehingga apabila telah habis pahalanya sedangkan bebanan dosa penganiayaannya belum lagi dijelaskan (belum dapat dibayar semua), maka akan diambil daripada kesalahan orang yang teraniaya itu lalu dibebankan kepada orang tersebut, maka selanjutnya orang itu akan dicampakkan ke dalam api neraka (Hadits Riwayat Muslim)

Dari HR Muslim tentang orang yang bangkrut atau muflis tersebut, terdapat beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil bersama.
Pertama, orang muflis atau orang yang bangkrut bukan sekedar orang yang selalu merugi dalam kegiatan usahanya tetapi di hadapan Allah (di kemudian hari) adalah orang yang melakukan berbagai perintah-Nya, seperti shalat, puasa, zakat, dan lain-lain, tetapi sangat buruk perilakunya kepada sesama manusia; pekerjaannya mudah menuduh orang lain, suka memfitnah. Ia pun suka mencerca atau mencaci maki dan menjelek-jelekkan orang lain, memakan harta orang lain/mengambil harta yang bathil.  
Ia bahkan juga mengalirkan darah orang lain tanpa sebab apapun/seperti melukai dan membunuh.  Pahala kebaikan dari orang tersebut (shalat, puasa, zakat, dan lain-lain), akan diberikan kepada orang-orang yang didzaliminya dalam kehidupan di dunia. Sehingga pahala dari orang tersebut menjadi habis, tak bersisa.  Jika pahalanya habis dan masih tdapat dosa kepada sesama manusia (yang tidak sempat dimanfaatkan) maka orang itu akan dilemparkan ke dalam neraka.  Naudzubillah min dzalik. Semoga kita terhindar dari kondisi seperti itu.
Kedua, sebagai orang beriman tugas kita berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya seoptimal mungkin. Orang beriman juga harus memberikan kebaikan kepada sesama, menebarkan sebanyak-banyaknya manfaat. Jangan melakukan perbuatan dzalim pada orang lain, apalagi tidak sempat meminta dan mendapatkan maaf dari yang bersangkutan. Karena itu orang-orang yang beriman harus berusaha menjauhkan sifat-sifat buruk dalam kaitan dengan sesama. Seperti menghina, mencaci maki, memfitnah, dan lain sebagainya.
Perhatikan firman-Nya dalam QS. Al-Hujurat [49]: 10-12.  Betapa pentingnya menjaga hubungan dgn sesama ini, sehingga berbuat baik pada sesama, dianggap sebagai bagian dari iman kepada Allah dan Hari Akhir.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berimana kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari).

DOA PENUTUP KHUTBAH




للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ 

وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ 

مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
 

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ 

مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
 

 رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَْيتَنا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة ، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ
 

 رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
 

َاللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ وَالأَبْصَارِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ.
 

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.